Jumat, 28 Desember 2012

Terapkan IT dalam Perencanaan Pembangunan

Topcon Gelar Seminar SIG dan Tata Ruang

Foto: seminarsigdantataruang.blogspot.com

SAMARINDA - Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat dibutuhkan dalam melakukan perencanaan pembangunan. Jika SIG tidak rinci atau bahkan tidak dapat diakses publik, maka akan berakibat pada kegagalan perencanaan dan nilai pembangunan tidak maksimal. Di Kaltim, pemerintah masih kesulitan membangun sistem informasi bersama stakeholder terkait.

Akibatnya, sering terjadi kegagalan dalam pembangunan dan kualitas rendah. Jembatan putus, jalan ablas yang dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Karena itulah SIG sangat penting dibuat secara detail dan mudah diakses masyarakat.

Demikian disampaikan Staf Ahli Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Bambang Kukilo pada seminar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan tata ruang Kamis (29/11) kemarin di Gedung Bundar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul).

Ilustrasinya SIG terintegrasi dalam masterplan pembangunan. SIG menyimpan banyak informasi untuk segala kepentingan. Baik kepentingan pariwisata, ekonomi, sosial budaya serta politik serta geografis bumi dan lainnya.

Kenapa harus mudah diakses publik? Agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana pembangunan perekonomian sesuai tata ruang peruntukan suatu kawasan. Serta masyarakat dapat mengoreksi kebijakan-kebijakan pada masterplan. “Misalnya masterplan dibuat untuk 5 tahun yang akan datang, bukan berarti tidak bisa dievaluasi. Master plan justru harus selalu dievaluasi jika ada perubahan-perubahan situasi dan kondisi di lapangan,” kata Bambang Kukilo.

Nah, dengan hadirnya alat survei mobile mapping system dari Topcon, pembuatan SIG dan perencanaan tata ruang oleh pemerintah akan dimudahkan. Topcon melaunching IP-S2 Lite memang untuk penghimpunan SIG dan untuk keperluan perencanaan tata ruang. IP-S2 Lite adalah alat mobile mapping system yang mengaplikasikan sensor camera digital 360 derajat.

Topcon Mobile Mapping System PT Exsol Innovindo Henra Sastrawan mengatakan, IP-S2 Lite berfungsi mengambil video dan data posisi geografis. Alat dipasang di atap mobil. Pengguna (user) dapat bekerja sendiri, dengan mengemudikan mobil tersebut keliling kota. Software S2 Lite akan menggabungkan gambar video ke dalam basis data system informasi geografis.

“Dengan satu klik di komputer pada peta digital, pengguna (user) dapat melihat pemandangan sekitar seolah berada di lokasi sebenarnya. Pengguna dapat mengambil data yang ada di lokasi, melalui layar komputer tersebut. Seperti inventarisasi aset jalan (traffic light, marka jalan rambu lalu lintas dan objek lain),mengukur lebar jalan dan tinggi bangunan serta dimensi taman dan informasi lainnya. “Termasuk juga mengukur lubang yang ada di jalan, untuk menyiapkan rencana anggaran biaya (RAB) pemeliharaan,” kata Sastrawan.

Ia menambahkan alat ini menangkap 3 objek deteksi. Yaitu image (gambar), Global Navigation Satellite System (GNSS) atau titik koordinat dan inertial measurement unit (IMU). “Jadi ketika GNSS tidak menangkap koordinat saat masuk jalan terowongan, IMU tetap menangkap pengindraan secara sempurna,” kata Sastrawan.

Pengguna tidak perlu repot mengukur jalan dengan meteran yang membahayakan keselamatannya. Karena pengambilan data lebih cepat, murah dan aman. Sembari mengendarai mobil, Topcon IP-S2 Lite bekerja mengambil video ke segala arah. Semua objek hasil pengindraan akan terekam dengan baik seperti di lokasi sebenarnya.

Ia menambahkan, keunggulan Topcon IP-S2 Lite yaitu terintegrasi bersama GPS Receiver 40 channels dengan akurasi posisi H:Sub-meter (RMS) dan tahan cuaca ekstrem. Bermanfaat untuk praktisi yang bekerja di bidang pemetaan dan tata ruang kota. Agar lebih cepat dan efisien dalam bekerja. (jaz/lhl/k2)

0 comments:

Posting Komentar