Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

Supir Taksi Andalkan Navigasi Anjing

POLANDIA - Mungkin teknologi canggih tidak selamanya bisa membantu manusia, mungkin hewan ini bisa menjadi alternatif untuk menggantikannya.

Seorang supir taksi dari Polandia mengganti navigasinya dengan anjing jenis Yorkshire Terrier karena dia bisa menunjukkan jalan dengan sangat mudahnya. 

Andrzej Szymcakowi 65 tahun, mengatakan bahwa anjingnya Bobo yang saat ini berusia dua tahun telah menemaninya sewaktu anjing tersebut masih kecil. Anjing itu selalu dibawanya dalam mobil dan selalu mengetahui jalan-jalan 'tikus'.

Kini dia menggonggong kepada pemiliknya ketika ada seorang pelanggan yang memberikan mereka alamat.

"Dia menggonggong dan mengangkat cakar kanannya, itu tandanya saya harus berbelok kanan, belok kiri ketika dia mengangkat cakarnya yang kiri, menggonggong dan menggoyangkan buntutnya ketika saya harus berjalan lurus," ujar Andrzej bangga.

"Dia tahu semua rute jalan dan selalu memberitahukan kemana arah saya sebelum GPS melakukannya," pungkasnya seperti dilansir orange.co.uk, Jumat (21/5/2010). (rhs)


Senin, 01 Agustus 2011

Gajah Dilepas di Padang untuk Deteksi Gempa


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Informasi mengenai potensi gempa 8,9 skala Richter yang dapat diikuti tsunami di sepanjang zona patahan Sumatera telah dirilis para ahli gempa Indonesia.

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan berbagai upaya mitigasi bencana. Salah satunya dengan melepaskan jenis-jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam sebagai natural early warning system (sistem peringatan awal berdasarkan alam).

"Setelah bertemu dr Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah untuk mengkaji kemungkinan melepaskan satwa-satwa, seperti gajah, di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, dalam siaran persnya, Selasa (12/4/2011).

Menurut Basroni, keberadaan sistem peringatan awal berdasarkan alam ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sejumlah upaya pemerintah tersebut antara lain membangun selter mini untuk evakuasi, membangun jalur-jalur evakuasi, pengadaan peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak-anak sekolah.?

"Gajah dilepaskan di Kota Padang dan beberapa daerah di pantai barat Sumatera. Tentu tidak di permukiman padat penduduk. Juga harus dipastikan bahwa gajah tersebut tidak sampai mengganggu dan meresahkan warga. Karena itu, tiap gajah harus didampingi pawang yang cukup," lanjut Basroni.

Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographic juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum gempa dan tsunami terjadi di Asia pada tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempat mereka berkembang biak.

Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana pascagempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu.

"Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora dan fauna patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana," urainya. (*)

Sumber 


Selasa, 28 Juni 2011

GPS integrated hedgehogs in New Zealand


Researchers in New Zealand are tracking movements of hedgehogs using GPS receivers to see how well they are adapting to their environment and what kind of effects they are having on native fauna.


These animals were brought to the island back in 19th century by Europeans and they seem to have no natural predators to control their numbers which poses a threat to local insects, lizards, and ground nesting birds.

These little GPS backpacks seem to big and clumsy but researchers claim they don’t get in the way of natural behavior such as defensive rolling and nesting. This particular receiver can record location every five minutes for five days. It’s been discovered that they could travel as far as 1.5km in a day but usually they chill out at specific locations…

Source

Artikel Popular

Diberdayakan oleh Blogger.