Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

GPS Units on B-W Buses to Be Used for More than Just Navigation



The Baldwin-Whitehall School Board approved the use of $98,533 in B-W School District funds on Aug. 10 to purchase 89 GPS systems from Tyler Technologies for use by district buses.

While GPS, or Global Positioning System, units are traditionally used for navigation purposes only, Baldwin-Whitehall's new units have the ability to perform a variety of different functions. And many of those functions will be utilized, according to William D. McKain, the district's assistant to the superintendent for finance and operations.

McKain said that some of the highlights of B-W's new GPS units include:
  • around-the-clock maintenance reports to make district officials aware of possible safety issues before morning runs,
  • potential fuel savings provided by alerting when buses have idled for too long,
  • notifications that can be set up to alert when speed limits are reached and/or exceeded,
  • the ability to download routes into the district's routing system to make runs more accurate, and
  • notifications if and when accidents occur.
McKain said that the district's new units are "much more" than typical GPS units and that they provide "many enhanced safety features."

"It is a continuing effort to reinforce and support the mission statement we developed for the transportation department," McKain said.

That department's mission statement, as its Web page reads, is, "The Baldwin-Whitehall School District Transportation Department is dedicated to supporting the educational programs of the district by SAFELY transporting students to and from school and school related events economically, efficiently and on time."

Minggu, 02 Oktober 2011

Anak Balita Swedia Kenakan Rompi GPS


AP
Anak-anak di Swedia mengenakan rompi yang dilengkapi perangkat GPS.

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Tempat-tempat penitipan anak mulai melengkapi anak-anak balita yang mereka asuh dengan rompi yang dilengkapi perangkat global positioning system (GPS). GlobalPost melaporkan hal tersebut, Senin (26/9/2011).

Rompi berwarna terang itu wajib dikenakan saat anak-anak mengikuti kegiatan outing atau kegiatan di luar ruangan.

Semakin banyak orangtua di Swedia yang memakaikan perangkat GPS kepada anak-anak mereka. Namun, inilah untuk kali pertama yang dipakaikan pada anak-anak di tempat penitipan anak.

Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan para orangtua. Mereka khawatir para pengasuh di tempat penitipan anak lebih mengandalkan teknologi untuk menggantikan tenaga manusia.

Kekhawatiran lainnya terkait pertumbuhan anak-anak itu. Dengan dipasangi perangkat GPS, mereka akan terbiasa diawasi hingga mempengaruhi pemikiran mereka tentang privasi saat mereka semakin besar.

Pada sisi positif, rompi GPS akan membantu para pembimbing untuk menemukan anak-anak yang mungkin keluar dari rombongan saat mereka beraktivias di luar ruangan.

Jumat, 09 September 2011

Bocah Korea Selatan 'Dipersenjatai' GPS


SEOUL - Kejahatan seksual kini sedang menghantui Korea Selatan, khususnya menyasar anak-anak. Oleh karena itu, anak-anak di wilayah tersebut kini diwajibkan untuk membawa peralatan keamanan.

Salah satu peralatan keamanan adalah alarm canggih yang dilengkapi Global Positioning Syste, (GPS) dan kamera terintegrasi serta mampu mengirimkan peringatan ke pihak berwajib jika bahaya mengancam anak-anak tersebut.

Dilansir melalui Yahoo News, Kamis (29/7/2010), perangkat alarm itu akan diujicobakan kepada 1.200 anak sekolah dasar di Kota Anyang pada bulan Oktober nanti.

"Jika ujicoba ini berhasil kami akan menerapkannya ke seluruh anak-anak di Korea Selatan," ujar Kementerian Administrasi dan Keamanan Publik Korea Selatan.

Semua anak akan dapat menggunakan alarm seukuran korek api ini, yang dilengkapi dengan teknologi GPS untuk mengaktifkan kamera dan alat peringatan terdekat, baik yang dimiliki kepolisian maupun orang tua melalui ponsel yang ada.

Pemerintah telah meningkatkan pemantauan anak sekolah setelah terjadinya beberapa kali peristiwa kejahatan, baik seksual maupun kekerasan, terhadap anak-anak.

Sebelumnya, polisi Korea Selatan mengaku telah menangkap pelaku paedofilia berusia 44 tahun dengan tuduhan penculikan dan pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia delapan tahun yang diculik sepulang sekolah. (srn)

Selasa, 16 Agustus 2011

Lacak Siswa Bolos, SMP Gunakan GPS

Cara ini berhasil meningkatkan kehadiran murid di sekolah menjadi 95 persen.


VIVAnews - Sebuah sekolah menengah di California Amerika Serikat menggunakan perangkat navigasi berbasis satelit, Global Positioning Satellite (GPS) untuk melacak keberadaan siswanya yang raib dari kelas.
Seperti dikutip dari media Orange County Register, Anaheim Union High School District awalnya cukup kerepotan dengan siswa-siswanya yang punya kebiasaan bolos dari sekolah. Akhirnya mereka menerapkan sebuah program pilot yang memanfaatkan GPS untuk mengurangi angka bolos sekolah yang cukup tinggi.

Sekolah Anaheim High School District adalah sekolah menengah itu merupakan sekolah pertama di California yang mengikuti program yang akan berlangsung selama enam bulan itu.

"Ide dari program ini adalah agar murid tidak merasa bahwa ini merupakan sebuah hukuman, melainkan merupakan intervensi untuk menolong mereka untuk memiliki kebiasaan yang lebih baik untuk masuk sekolah," kata Miller Sylvan, Regional Director for AIM Truancy Solutions.

Siswa dan orang tua murid harus terlebih dahulu menandatangani surat perjanjian untuk mengikuti program secara sukarela. Setiap murid Kelas 7 dan 8 (setingkat SMP kelas 1 dan 2) yang absen tanpa alasan selama 4 hari atau lebih, bisa mengikuti program ini.

Setiap pagi di hari sekolah, siswa akan mendapat telepon yang mengingatkan agar mereka berangkat ke sekolah. Lalu, lima kali sehari, mereka harus memasukkan koordinat dari GPS agar keberadaan mereka bisa dilacak. Yakni saat berangkat sekolah, saat tiba di sekolah, saat makan siang, saat meninggalkan sekolah, dan pada pukul 8 malam.

Siswa juga ditugaskan untuk hadir pada sesi adult coach tiga kali sepekan, untuk mengetahui perkembangan dan cara yang efektif agar mereka bisa masuk sekolah tepat waktu.

Oleh karenanya, siswa-siswa yang mengikuti program, akan diberikan perangkat GPS seharga US$300-400 (sekitar Rp 2,6 juta - Rp 3,5 juta). Sebelum ini,  sekolah-sekolah di San Antonio dan Baltimore juga telah menerapkan program ini.

Hasilnya, kehadiran murid di sekolah-sekolah itu meningkat dari 77 persen menjadi 95 persen, selama program tersebut. Namun, program tersebut tak sepenuhnya direspon positif oleh semua kalangan.

Menyuruh anak-anak membawa sesuatu yang bisa melacak lokasi mereka, kelihatannya cukup ekstrim. Ini membuat kami seperti seorang kriminil," kata Raphael Garcia, siswa kelas 6 yang telah enam kali absen tanpa keterangan yang bisa ditolerir.

Senada dengan Garcia, Juan Cruz, siswa Dale Junior High School. Saat ditanya, apakah ia akan menggunakan GPS untuk memberitahukan lokasinya, Raphael mengatakan, "Tidak."

Setidaknya, Cruz yang telah lima kali absen yang tak ditolerir, mengatakan ia akan menjaga GPS itu di kantungnya, agar tidak hilang. Sebab, bila GPS itu hilang, orang tuanya akan diminta untuk mengganti GPS yang hilang. "Saya pikir ini ide yang baik untuk menolong dia," kata Cristina Cruz, ibu Raphael. (sj)

Selasa, 28 Juni 2011

Lacak Siswa Tukang Bolos, Sekolah Gunakan GPS

Jakarta – Jika memasang CCTV tak cukup ampuh mengintai siswa yang kerap kabur pada jam sekolah, mungkin perangkat GPS (Global Positioning System) menjadi jawabannya. Inilah yang dilakukan sebuah sekolah di Anaheim, California, Amerika Serikat (AS) dalam menangani siswa tukang bolos.

Penggunaan GPS ini tak hanya bermanfaat memberitahukan staf pengajar mengenai keberadaan murid mereka, tetapi juga mendisiplinkan siswa dengan mengharuskan mereka memasukkan kode di waktu-waktu penting pada jam sekolah seperti saat makan siang atau istirahat, yang kerap dimanfaatkan untuk kabur.

Dilansir TG Daily dan dikutip detikINET, Senin (21/2/2011), setelah siswa memasukkan nomor kode seperti 1111 misalnya, perangkat GPS yang dibawa siswa secara rutin akan mengirimkan email atau pesan SMS ke staf di sekolah dengan kode dan lokasi siswa.

Pihak sekolah bahkan bisa juga melakukan panggilan ke siswa, membangunkan mereka agar tidak terlambat pergi ke sekolah dan memastikan mereka akan hadir di kelas.

Upaya pendisiplinan siswa yang gemar membolos ini merupakan program yang didanai pemerintah setempat dan sudah pernah berhasil dilakukan di sekolah-sekolah di Baltimore dan San Antonio. (rns/ash)

Sumber

Artikel Popular

Diberdayakan oleh Blogger.