Featured Article
Latest Post

Senin, 31 Desember 2012

Mahasiswa UGM Dikenalkan Penggunaan Informasi Geopasial

Ilustrasi (UGM.ac.id/JIBI)

JOGJA—Sebanyak 51 mahasiswa UGM mengikuti kegiatan pelatihan Geographic Information System Goes to Open Source (GISGOS). Pelatihan berlangsung selama tiga hari, pada 6-8 Desember 2012 bertempat di Laboratorium SIG Fakultas Geografi UGM.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara gratis oleh Pusat Sistem dan Sumber Daya Informasi (PSDI) yang dulu merupakan PPTIK UGM bekerja sama dengan Laboratorium SIG Fakultas Geografi UGM tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa dari Fakultas Geografi, namun juga diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah fakultas lain. Beberapa di antaranya adalah Fakultas Biologi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Sekolah Vokasi.

Kepala Bidang Layanan TI PSDI UGM, Edi Prasetyo,menyampaikan bahwa pelatihan ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan informasi geospasial di kalangan sivitas akademika UGM. Juga memasyarakatkan pemanfaatan perangkat pemetaan berbasis open source yang murah, gratis, dan mudah dioperasikan untuk pengambilan keputusan berbasis infromasi geospasial.

“Dalam pelatihan ini mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan GIS versi open source, tetapi juga tentang proses input data spasial sampai ke penyajian informasi spasial dengan software open source,” jelasnya, Kamis (6/12/2012).

Ditambahkan Edi, pelatihan menghadirkan praktisi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan akademisi UGM yang bergerak di bidang teknologi informasi dan di bidang sains informasi geografi. “Harapannya dengan pelatihan ini para mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dapat mengaplikasikan teknologi SIG dalam bidang masing-masing karena semua aspek selalu berhubungan dengan informasi ruang dan waktu,” ujarnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. R. Rijanta, saat memberikan sambutan mengatakan bahwa penerapan GIS mencakup dimensi yang sangat luas. Tidak hanya di bidang geografi saja, tetapi juga berkaitan dengan bidang lain seperti kesehatan, kehutanan, ekonomi, biologi dan masih banyak lainnya. Salah satu peserta pelatihan Risanti Naintiwan, mahasiswi Fakultas Biologi mengatakan tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin mengaplikasikan GIS dalam bidang keilmuannya. Dengan penguasaan GIS diharapkan dapat membantu memetakan berbagai fenomena dalam ilmu Biologi dengan lebih mudah dan cepat. Pasalnya selama ini pemetaan yang dilakukan masih secara manual dengan metode statistika. “Rencananya saya akan membuat skripsi dengan memakai software ini untuk memetakan sebaran reptil dan amphibi,” ungkap dia.

Pengertian Sistem Informasi Geografi klik disini.

Jumat, 28 Desember 2012

Pemkot Bandung Siap Kembangkan Smart City

kabartangsel.com

Bandung - Pemkot Bandung berencana mengembangkan sistem pelayanan publik berkonsep Smart City yang memanfaatkan kecanggihan informasi teknologi. Selain itu juga bakal menerapkan pula konsep Smart Government.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (26/12/2012). "Smart City kaitannya dengan konsep layanan Pemkot Bandung untuk mempermudah dan mempercepat daya kota yang bersaing tinggi sehingga bisa mengarah kepada good look city," jelas Edi.

Menurut Edi, ketika daya saing kian tinggi lantaran sistem pelayanan semakin baik, tingkat investasi pun bakal secara otomatis akan bernilai positif. "Ini bisa mengundang investor segera berdatangan," ucapnya.

Lebih lanjut Edi menuturkan, pihaknya sedang merancang konsep Smart City yang sistem pelayanannya ditujukan kepada unit-unit percontohan seperti di unit pendidikan, kesehatan, perijinan, pajak, dan pengendalian aset-aset. Edi memberikan ilustrasi bidang kesehatan terkait penyediaan obat di tiap puskesmas.

"Supaya tidak boros semuanya bisa terkendali dengan kondisi kesehatan masing-masing warganya. Sehingga obat didrop itu akan sesuai dengan spesifikasi. Karena 'kan bisa saja sekarang, obat tidak digunakan karena dropingnya tidak sesuai dengan spesifikasi pasien yang ada. Sebaran atau distribusi obat nanti akan terkoneksi dengan spesifikasi-spesifikasi pasien yang ada di puskesmas," paparnya.

Contoh lainnya soal parkir. Saat ini, sambung Edi, kalau di dalam gedung kerap bolak balik mencari tempat parkir dan tentu menghabiskan waktu lama. "Nanti dengan Smart Card melalui penerapan pola GPS, bisa diketahui begitu masuk parkir ada slot berapa, dan dimana parkir kosong," terangnya. (bbn/ern)

Sumber

Ini Jawaban Kenapa Jakarta Terus Alami Banjir

inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Belakangan ini, dengan intensitas hujan yang terus terjadi di Jakarta dan sekitarnya, persoalan banjir masih merendam Jakarta. Bahkan, hujan dengan intensitas kecil dan sedang saja, Jakarta sudah banjir. Mengapa demikian?

Dalam sebuah diskusi ilmiah yang dihadiri sejumlah pakar geologi, banyak hal ternyata yang membuat Jakarta selalu banjir. Terutama menyangkut lapisan dalam tanah di Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, dibahas juga terjadinya intrusi air laut ke dalam lapisan air tanah tertekan di Jakarta, apalagi sampai di bawah Monas. Yang terjadi malah sebaliknya. Banyak air tawar keluar sebagai mata air di pantai dan Teluk Jakarta.

Kandungan air payau di air tanah dalam adalah karena percampuran dengan air perasan dari lempung-lempung pengapit di atas dan di bawah akwifer karena proses kompaksi biasa, bukan karena intrusi air laut. Data isotop juga menunjang kesimpulan tersebut.

"Di pinggiran laut seperti di Muara Baru sampai ke Ancol, tentu saja, air tanah bebas dangkal dan air permukaan dipengaruhi oleh pasang surut air laut di sana," ujar Staff Khusus Presiden bidang bencana dan bantuan sosial, Andi Arief, dalam keterangan persnya, Rabu (26/12/2012).

Sebenarnya sejak 2002 hasil penelitian ITB dan LIPI tersebut telah disosialisasikan, dan selama 10 tahun terakhir ini hasil-hasil isotop dan pemetaan sifat kimia air tanah seluruh daerah DKI makin menguatkan kesimpulan tersebut.

"Kurangnya sosialisasi hal ini ke masyarakat sehingga infonya tidak sampai. Sementara sebagaian birokrasi dan masyarakat menganggap hal ini tidak memiliki konsekuensi apa-apa ke depan," pintanya.

Sekitar 4-5 ribu tahun yang lalu, garis pantai mundur sampai di selatan Monas yang menyebabkan diendapkannya lapisan sedimen laut dengan air asin di dalamnya.

"Kalau kasusnya seperti itu maka memang air di dalam akwifer tersebut sudah asin dari asalnya, dan sering disebut juga sebagai "connate water". Kedalaman lapisan-lapisan tersebut lebih dari 300 - 400 meter di daerah Jakarta Pusat dan makin mendangkal ke selatan," terangnya.

Disimpulkan juga, bahwa Jakarta adalah tinggian lokal, sementara dari pantai teluk ke arah darat ke selatannya adalah berposisii rendahannya yaitu "West Ciputat Low". Oleh karena itu, meskipun ada 13 sungai mengalir membawa sedimen ke arah teluk Jakarta, tetap di teluk Jakarta tidak terbentuk delta.

Karena itu, sedimen-sedimen yang dibawa sungai-sungai itu sebagian besarnya diendapkan di rendahan Ciputat Barat yaitu di daratan Jakarta yang secara geomorfologi disebut sebagai dataran banjir Jakarta.

"Maka ketika masuk ke teluk Jakarta sungai-sungai itu hanya menyisakan suspensi halus dan arus sungai yang lemah. Ini menjawab pertanyaan mengapa ada dataran banjir Jakarta," jelasnya.

Diskusi juga menyorot rencana pembangunan sea-wall di teluk Jakarta. Dikatakan, seharusnya memperhitungkan konstelasi tektonik sedimentasi tersebut. Sea-wall harus dibangun di blok yang selalu naik yang mungkin terletak menjorok ke dalam teluk.

"Bukan di lokasi pantai yang sekarang. Kalau posisinya tidak tepat maka dalam jangka panjang ( lebih dari 50 tahun) sea-wall itu juga akan terus tenggelam," katanya.

Persoalan reklamasi (pengurungan) teluk Jakarta juga menjadi perhatian. Seyogyanya memperhitungkan garis batas tinggian-rendahan tersebut. Kalau posisi area yang diurug ada di selatan garis batas maka reklamasi akan ambles dan turun terus.

"Hasil survei GPS Prof Hasanuddin ITB juga menunjukkan penurunan maksimum di bagian selatan daerah Muara Baru sampai ke Ancol. Kebijakan reklamasi harus dimodifikasi, dikawal dengan mendelineasi daerah-daerah yang akan sia-sia saja kalau direklamasi," lanjutnya. [gus]

Sumber

Terapkan IT dalam Perencanaan Pembangunan

Topcon Gelar Seminar SIG dan Tata Ruang

Foto: seminarsigdantataruang.blogspot.com

SAMARINDA - Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat dibutuhkan dalam melakukan perencanaan pembangunan. Jika SIG tidak rinci atau bahkan tidak dapat diakses publik, maka akan berakibat pada kegagalan perencanaan dan nilai pembangunan tidak maksimal. Di Kaltim, pemerintah masih kesulitan membangun sistem informasi bersama stakeholder terkait.

Akibatnya, sering terjadi kegagalan dalam pembangunan dan kualitas rendah. Jembatan putus, jalan ablas yang dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Karena itulah SIG sangat penting dibuat secara detail dan mudah diakses masyarakat.

Demikian disampaikan Staf Ahli Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Bambang Kukilo pada seminar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan tata ruang Kamis (29/11) kemarin di Gedung Bundar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul).

Ilustrasinya SIG terintegrasi dalam masterplan pembangunan. SIG menyimpan banyak informasi untuk segala kepentingan. Baik kepentingan pariwisata, ekonomi, sosial budaya serta politik serta geografis bumi dan lainnya.

Kenapa harus mudah diakses publik? Agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana pembangunan perekonomian sesuai tata ruang peruntukan suatu kawasan. Serta masyarakat dapat mengoreksi kebijakan-kebijakan pada masterplan. “Misalnya masterplan dibuat untuk 5 tahun yang akan datang, bukan berarti tidak bisa dievaluasi. Master plan justru harus selalu dievaluasi jika ada perubahan-perubahan situasi dan kondisi di lapangan,” kata Bambang Kukilo.

Nah, dengan hadirnya alat survei mobile mapping system dari Topcon, pembuatan SIG dan perencanaan tata ruang oleh pemerintah akan dimudahkan. Topcon melaunching IP-S2 Lite memang untuk penghimpunan SIG dan untuk keperluan perencanaan tata ruang. IP-S2 Lite adalah alat mobile mapping system yang mengaplikasikan sensor camera digital 360 derajat.

Topcon Mobile Mapping System PT Exsol Innovindo Henra Sastrawan mengatakan, IP-S2 Lite berfungsi mengambil video dan data posisi geografis. Alat dipasang di atap mobil. Pengguna (user) dapat bekerja sendiri, dengan mengemudikan mobil tersebut keliling kota. Software S2 Lite akan menggabungkan gambar video ke dalam basis data system informasi geografis.

“Dengan satu klik di komputer pada peta digital, pengguna (user) dapat melihat pemandangan sekitar seolah berada di lokasi sebenarnya. Pengguna dapat mengambil data yang ada di lokasi, melalui layar komputer tersebut. Seperti inventarisasi aset jalan (traffic light, marka jalan rambu lalu lintas dan objek lain),mengukur lebar jalan dan tinggi bangunan serta dimensi taman dan informasi lainnya. “Termasuk juga mengukur lubang yang ada di jalan, untuk menyiapkan rencana anggaran biaya (RAB) pemeliharaan,” kata Sastrawan.

Ia menambahkan alat ini menangkap 3 objek deteksi. Yaitu image (gambar), Global Navigation Satellite System (GNSS) atau titik koordinat dan inertial measurement unit (IMU). “Jadi ketika GNSS tidak menangkap koordinat saat masuk jalan terowongan, IMU tetap menangkap pengindraan secara sempurna,” kata Sastrawan.

Pengguna tidak perlu repot mengukur jalan dengan meteran yang membahayakan keselamatannya. Karena pengambilan data lebih cepat, murah dan aman. Sembari mengendarai mobil, Topcon IP-S2 Lite bekerja mengambil video ke segala arah. Semua objek hasil pengindraan akan terekam dengan baik seperti di lokasi sebenarnya.

Ia menambahkan, keunggulan Topcon IP-S2 Lite yaitu terintegrasi bersama GPS Receiver 40 channels dengan akurasi posisi H:Sub-meter (RMS) dan tahan cuaca ekstrem. Bermanfaat untuk praktisi yang bekerja di bidang pemetaan dan tata ruang kota. Agar lebih cepat dan efisien dalam bekerja. (jaz/lhl/k2)

Kuntoro Ubah Kemarahan Jadi Inovasi

Kuntoro Mangkusubroto (sumber: The Jakarta Globe)

Kuntoro melakukan kebohongan publik, paling banyak BRR baru membangun 65 ribu unit rumah.

Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menceritakan pengalaman menariknya saat memimpin Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh.

"Pada 2007, saat itu saya hendak memberikan sertifikat kepemilikan rumah yang ke-100 ribu kepada seorang anak bernama Nasir," kata dia di Padang, Jumat.

Sertifikat tersebut diberikan kepada anak di bawah umur karena memang orang tuanya tidak ada, dan ia merupakan penerima rumah ke-100 ribu yang dibangun oleh BRR.

Usai memberikan sertifikat ia menyampaikan, ini adalah rumah yang ke-100 ribu yang telah dibangun di Aceh pascagempa.

Tiba-tiba, saja dari belakang ada seorang pemuda dengan rambut gondrong memotong ucapannya.

Dengan lantang ia berkata, Kuntoro melakukan kebohongan publik, tidak benar itu rumah yang ke-100 ribu, paling banyak BRR baru membangun 65 ribu unit rumah kata pemuda itu, sebagaimana diceritakan Kuntoro.

"Jelas saya marah mendengar tudingan itu, karena saya tahu pemuda itu bohong dan saya yakin telah membangun 100 ribu unit rumah," kata dia.

Esok hari peristiwa tersebut juga keluar di surat kabar yang memberitakan dirinya telah melakukan kebohongan publik.

"Saya benar-benar geram dan sampai dua hari tidak bisa tidur karena kejadian itu," kata dia.

Akhirnya dia berpikir bagaimana caranya untuk membuktikan kepada publik bahwa apa yang telah dilakukan BRR dapat diyakini kebenarannya.

Akhirnya ia menciptakan teknologi database yang akurat berbasis GPS dan peta yang dapat diakses dari seluruh dunia.

Setiap rumah yang dibangun dimasukkan dalam database serta koordinatnya, kapan dibangun, siapa pemilik lengkap dengan foto.

Terobosan tersebut menuai simpati dan respons yang baik, bahkan dari luar negeri menjadi yakin bantuan yang diberikan tepat sasaran, transparan dan dapat diakses dengan detil.

Kuntoro akhirnya sadar, kemarahannya kepada pemuda tersebut telah melahirkan inovasi dan seharusnya ia berterima kasih kepada yang bersangkutan.

Penulis: Antara/ Murizal Hamzah

Marina Srikandi Buka Rute Padangbai-Senggigi

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI 
Wisatawan mengabadikan suasana senja di kawasan pantai Senggigi dari The Santosa Villas & Resort, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/7/2011).Objek wisata pantai di pulau Lombok masih menjadi tujuan utama para wisatawan dalam dan luar negeri.

MATARAM, KOMPAS.com - Perusahaan kapal cepat Marina Srikandi membuka rute Padangbai (Bali)-Senggigi (Lombok) mulai 19 Desember 2012 dengan frekuensi dua kali sehari dan akan ditingkatkan menjadi empat kali sehari pada Januari 2013.

"Keputusan membuka rute baru Padangbai-Senggigi ini merupakan bagian dari upaya kami yang fokus membuka akses Bali-Lombok," kata Presiden Marina Srikandi yang juga pemilik PT Bali Cahaya, Mulyadi, saat peluncuran Marina Srikandi 8 di pantai Senggigi, Kabupaten Lombok, Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (18/12/2012).

Peluncuran kapal cepat rute Padangbai-Senggigi itu juga dihadiri para pengelola hotel berbintang di kawasan wisata Senggigi, dan para wisatawan mancanegara.

Para undangan juga diajak melakukan pelayaran rute Senggigi-Padangbai pulang pergi sebagai bagian dari uji coba pelayaran kapal cepat yang baru didatangkan dari galangan kapal di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 12 Desember 2012.

Kapal cepat Marina Srikandi 8 itu menempuh perjalanan dari Batam hingga Senggigi selama 30 jam, dan sempat dilakukan uji coba rute Padangbai-Senggigi pada 14 Desember 2012.

Dalam uji coba itu rute Padangbai - Senggigi ditempuh dalam waktu satu jam 10 menit terhitung masuk kapal sampai jangkar diturunkan di pantai Senggigi, tepatnya di areal pantai Hotel Sheraton.

Pengelola Marina Srikandi 8 kemudian menyimpulkan jarak tempuh dari Padangbai-Senggigi sepanjang 40 mil atau 65 kilometer itu dapat ditempuh dengan waktu 40 menit.

Kapal cepat itu menggunakan delapan unit mesin Suzuki yang masing-masing berkekuatan 300 Horse Power (HP), sehingga dari delapan unit mesin itu menghasilkan kecepatan 50 knot atau 93 kilometer/jam.

Keunggulan kapal itu antara lain dilengkapi TV untuk peragaan keselamatan, dan navigasi satelit GPS yang dapat mengetahui posisi kapal dan informasi waktu dalam segala cuaca.

Selain jaket keselamatan yang jumlahnya sesuai jumlah penumpang maksimal yakni sebanyak 138 orang, kapal itu juga memiliki dua "life raft" yang masing-masing dapat digunakan untuk menampung 65 orang penumpang lengkap dengan persediaan makanan dan obat.

Mulyadi mengatakan, kapasitas penumpang Marina Srikandi 8 mencapai 138 orang, namun demi kenyamanan penumpang agar dapat leluasa bergerak, maka kapasitas maksimal hanya 100 tempat duduk dalam ruang yang nyaman tersebut.

"Tentu kami juga berkewajiban mempromosikan destinasi pariwisata unggulan pemerintah daerah, yang dilakukan bukan hanya saat ada kegiatan saja, tetapi dibarengi dengan kemudahan akses," ujarnya.

Karena itu, kata Mulyadi, Marina Srikandi 8 hadir untuk membuka akses cepat Bali-Lombok, dengan harapan akan semakin banyak wisatawan berkunjung ke Pulau Lombok.

Selain itu, pemilik Bali Cahaya Tour itu juga akan fokus membawa pasar pariwisata mancanegara seperti China dan Taiwan, serta Australia dan Eropa, ke Lombok.

"Tentu kehadiran Marina Srikandi 8 ini akan semakin membangkitkan geliat pariwisata Senggigi, yang antara lain semakin bertambahnya wisatawan mancanagara yang berkunjung ke Pulau Lombok," ujarnya.

Mulyadi menambahkan, sejauh ini pihaknya telah mengoperasikan dua unit kapal cepat dengan rute gili (pulau kecil) di Pulau Lombok ke Benoa, Bali, dengan kapasitas 80 tempat duduk.

Sumber

Bupati Indramayu ikut Uji Coba KM Wiralodra

BUPATI Indramayu Anna Sophanah berbincang dengan Asisten Daerah IV Jawa Barat Iwa Karniwa saat uji coba KM Wiralodra I di Pantai Tirtamaya Indramayu, Jumat (21/12). Kapal cepat tersebut akan digunakan untuk transportasi menuju kawasan wisata konservasi Pulau Biawak.*

INDRAMAYU,(PRLM).- Asisten Daerah IV Pemprov Jabar, Iwa Karniwa bersama Bupati Indramayu Anna Sophanah mengikuti uji coba KM Wiralodra I di Pantai Tirtamaya, Kab. Indramayu, Jumat (21/12). Kapal tersebut rencananya akan digunakan sebagai alat transportasi menuji objek wisata konservasi Pulau Biawak.

Selama uji coba berlangsung, Iwa, Anna beserta sejumlah jajaran Muspida Kab Indramayu ikut naik ke dalam kapal dan mencoba berkeliling di seputaran Pantai Tirtamaya. Rombongan berangkat dengan dipandu oleh nakhoda yang memiliki kemampuan khusus untuk mengemudikan kapal penumpang. Secara umum, kelengkapan navigasi dan kenyamanan kapal berfungsi dengan baik. Hanya saja, pendingin ruangan (air conditioner) belum berfungsi optimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Jabar melalui APBD-Perubahan 2012 menggelontorkan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar untuk pengembangan wisata Pulau Biawak di Indramayu. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastuktur pendukung pariwisata seperti dermaga di Pantai Tirtamaya dan Pulau Biawak serta fasilitas pendukung lain seperti peralatan selam.

Hanya saja, anggaran sebesar Rp 2,75 miliar untuk pembangunan dermaga wisata di Indramayu dikembalikan ke Pemprov Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dengan tempo yang terlampau singkat, dikhawatirkan anggaran sebesar itu tidak akan bisa terserap dengan baik.

Sementara anggaran sebesar Rp 3,8 miliar di antaranya sudah terealisasi untuk pengadaan dua kapal cepat. Satu kapal cepat berukuran besar yang kemudian diberi nama KM Wiralodra I dengan panjang 16 meter dan lebar 3,25 meter mampu menampung sekitar 28 penumpang, termasuk anak buah kapal. Dengan tiga mesin penggerak di bagian belakang, kecepatan rata-rata kapal sekitar 30 knot.

Satu kapal cepat lain berukuran kecil bernama KM Wiralodra II dengan panjang 9 meter dan lebar 2,60 kapasitasnya sekitar enam orang, dengan kecepatan sekitar 23 knot. Kedua kapal ini dilengkapi dengan peralatan yang terbilang modern seperti kelengkapan radio komunikasi serta sistem navigasi berbasis satelit, Global Positioning System (GPS).

Khusus untuk pembangunan dermaga, Iwa mengatakan, rencananya kucuran bantuan akan diupayakan melalui APBD Perubahan Provinsi Jawa Barat 2013. Hanya saja, Pemkab Indramayu juga diminta untuk ikut membangun infrastruktur pendukung.

"Dermaga akan diusulkan di APBD Perubahan 2013, karena APBD 2013 sudah disahkan. Tapi kami berharap, terminalnya bisa dari Pemkab, supaya dibangun bersama-sama," ujarnya. (A-179/A-107)***

Sumber

Kamis, 27 Desember 2012

Ini Keunggulan MOTOTRBO, Handy Talkie Produk Motorola

Istimewa 
Mototrbo, dari Motorola

Laporan Wartawan Tribunnews, Agustina NR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyedia produk dan layanan komunikasi, Motorola Solutions, mengenalkan keunggulan radio digital, di Jakarta.

"Motorola Solutions merupakan penyedia layanan komunikasi bagi pemerintah dan swasta seperti sistem radio, perangkat radio, integrated command and control,mobile computing, advanced data capture, wireless, dan services," ujar Daren Ng, Director, Business Development, Asia-Pacific Motorola Solutions saat temu media.

Kali ini Motorola Solutions menawarkan solusi radio digital dua arah MOTOTRBO. Yaitu XiR 8600, XiR 6600, dan SL1K. MOTOTRBO, sekilas terlihat seperti handy talkie (HT), tetapi produk ini berfungsi lebih dari radio analog tersebut. Pasalnya produk ini merancang ulang dalam berkomunikasi melalui teknologi digital dua arah dengan suara dan data yang terintegrasi.

Produk didukung pula dengan fitur Bluetooth, GPS, SMS, telepon, email, bahkan sampai sharing data maupun suara. MOTOTRBO merupakan portfolio solusi berbasis Digital Mobile Radio (DMR) dengan kelebihan:

  • Dukungan Application Developed Program (ADP) terbesar dalam industri sistem radio digital profesional, dengan jaringan lebih dari 400 pengembang berlisensi dan 85 solusi aplikasi di seluruh dunia. Aplikasi termasuk SMS, GPS tracking, telepon, manajeman dan pengiriman tata kerja, solusi berbasis telemetri, dan lainnya. 
  • Teknologi digital Time Division Multiple Access (TDMA) guna efisiensi spektrum, menggandakan kapasitas radio dalam lisensi spektrum, meningkatkan kekuatan baterai hingga 40 persen dibandingkan radio analog. 
  • Menyajikan kemampuan trunking, komunikasi yang aman, pilihan siftware yang banyak, dan aplikasi khusus seperti SmartPTT untuk industri minyak dan gas, TRBONet untuk pertambangan, dan TRBOCare untuk transportasi.
  • Jangkauan lebih luas, waterproef, optimasi suara menyesuaikan dengan kondisi sekitar, voice announcement, dapat disambungkan dengan CCTV, PABX, sensor pintu, dan lainnya. 
  • Jika sebuah instansi menggunakan seperangkat solusi, hubungan satu orang dengan orang lain di kantor, berapa pun jaraknya dapat dilakukan, tanpa mengeluarkan biaya (kecuali telepon ke operator lain). Selama berada dalam jangkauan yang sama. 
  • Motorola Solutions juga menyediakan layanan informasi solusi radio baik analog maupun digital di Motorola Solutions Excellence Centre (MEC), Harco Glodok, lantai 2, Blok CII/212, Jakarta.
"MEC ini pertama di Glodok, lalu rencananya akan buka di Pekanbaru, Balikpapan, Surabaya. Mungkin ada lima atau enam MEC yang akan dibuka," tambah Djohan Taib, Country Sales Lead, Radio Channels Indonesia Motorola Solutions.

"Kami lebih fokus pada kebutuhan pemerintahan sejak dua tahun lalu, tetapi setahun belakangan merambah ke pihak swasta. Karena swasta akan lebih pesat perkembangannya," tandasnya.

Sumber

Singapura Di Posisi Kedua untuk Layanan Taksi Paling Memuaskan

Taksi di Singapura (sumber: singaporenewsasia)

Urutan pertama dihuni Tokyo dalam daftar 40 kota.

Penduduk lokal Singapura mungkin sering bawel terhadap layanan taksi di negaranya, namun ternyata layanan taksi negara tersebut, dinilai cukup baik oleh para pelancong, menurut sebuah survei oleh situs travel TripAdvisor.

Taksi di Singapura dinilai menduduki peringkat kedua jasa taksi terbaik yang dilakukan di 40 kota, dengan sejumlah kota yang terbaik dalam segi pelayanan taksi adalah Tokyo, Dubai, dan Zurich. Tokyo berada di posisi pertama.

Para pengemudi taksi di Singapura juga menduduki peringkat cukup atas yaitu ketiga dalam kategori keramahan dan transportasi publik Singapura berada di urutan kelima.

Tripadvisor mengambil jajak pendapat 75.000 responden yang diminta untuk melakukan pemeringkatan kota-kota yang pernah mereka kunjungi kemudian diurutkan dari yang paling disukai berdasarkan berbagai kategori.

Para pelancong yang telah menulis ulasan tentang hotel, restoran, atau sebuah atraksi di kota-kota tersebut dalam website mereka selama periode tertentu juga diminta untuk mengikuti jajak pendapat.

Kategori-kategori lainnya termasuk dalam hal jalanan bersih dan aman, yang diduduki Singapura di urutan kedua setelah Tokyo.

Ke-40 kota ini berada di negara-negara yang menerima sejumlah besar pengunjung internasional, yang dikompilasikan oleh Organisasi Turisme Dunia pada tahun 2010.

Sebuah kota setidaknya menerima 300 respon lengkap untuk bisa dimasukkan dalam daftar ini.

Seorang pelajar dari China, Marcus Jin, 23 tahun, yang berlibur ke Singapura dua kali mengatakan ia tidak memiliki keluhan apa pun tentang layanan taksi di Singapura.

“Taksinya sangat nyaman dan dilengkapi GPS sehingga pengemudi bisa menemukan tempat mana pun di Singapura,” kata Jin.

Di China, ia mengatakan pengemudi taksi tidak menggunakan GPS untuk menavigasi, bahkan di kota besar sekalipun seperti Beijing. “Kadang kala mereka sendiri tersesat. Dan jika mereka mendapatkan penumpang dari Barat, mereka mencoba mengambil rute terpanjang,” tambahnya.

Warga Singapura, Ng Hui Yi, yang pernah menjadi pelajar di Melbourne selama lima tahun mengatakan jasa taksi di Singapura setidaknya bisa diandalkan. “Di Melbourne, bahkan meski Anda memesan lewat telepon, taksinya bisa saja tidak datang. Namun di Singapura, taksi sangat bisa diandalkan. Mereka mencoba mengantarkan Anda mencapai destinasi secepat mungkin,” kata Ng Hui Yin, 24 tahun, yang sekarang menjadi eksekutif perbankan.

Namun tetap saja ada sejumlah keluhan tentang taksi yang sulit didapatkan di waktu-waktu tertentu. Eksekutif penjualan, Trina Tay, 29 tahun, mengatakan sangat sulit untuk mendapatkan taksi saat hujan lebat dan hampir tidak mungkin mendapatkan taksi tanpa ditelepon dari rumahnya di New Upper Changi Road.

“Begitu Anda mendapatkan konfirmasi pemesanan taksi, taksi datang sangat cepat. Namun Anda harus menunggu lama untuk mendapatkan konfirmasi,” ujarnya.

Penulis: Dewi Ria Utari

Sumber

Busway Baru Dilengkapi Pemadam Kebakaran Otomatis dan CCTV

Trans Jakarta Busway (Foto: Nazar Ray)

Mulai Januari 2013 Gubernur DKI Jakarta Jokowi berjanji menambah sedikitnya 600 unit armada bus Trans Jakarta Busway. Dari jumlah tersebut, 23 armada di antaranya sudah mulai berdatangan di pangkalan bus Trans Jakarta di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Bus-bus gandeng tersebut rencananya mulai dioperasikan awal 2013. Armada baru yang didatangkan langsung dari Zhong Tong Cina ini diklaim lebih aman, nyaman dan canggih dibandingkan bus-bus Trans Jakarta sebelumnya, yang rencananya akan melayani koridor 1 (Blok M - Kota) dan koridor 8 (Harmoni - Lebak Bulus).

DAMRI sendiri akan mengoperasikan unit Articulated high-deck bus Euro V ini pada koridor 1 dan 8.

Armada bus baru memiliki beberapa keunggulan, misalnya dilengkapi Global Position System (GPS), announcer dan display otomatis. Artinya pengemudi tidak perlu menekan tombol lagi, tapi secara otomatis akan menginformasikan nama halte begitu bus mendekati halte.


Kemudian untuk mengantisipasi kriminalitas, bus Trans Jakarta asal Cina ini dimodali kamera pengintai atau CCTV. Di dalam bus telah terpasang 5 kamera CCTV yang langsung dipantau dari ruang kemudi. Di antara ruang pengemudi dan penumpang ada sekat pembatas agar pengemudi tidak terganggu oleh aktivitas penumpang saat menyetir bus.

Selain itu, Busway baru ini dilengkapi pemadam kebakaran otomatis dan manual, serta akses pintu yang lebih leluasa bagi para penumpang jika terjadi keadaan darurat. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ada 7 palu yang disediakan untuk memecahkan kaca saat kondisi darurat.

"Untuk keselamatan, ada pemadam api otomatis yang berada di ruang kamar mesin. Pemadam api yang manual ditempatkan beberapa tabung pemadam biasa. Kemudian akses pintu dapat dibuka seluas mungkin jika terjadi kejadian luar biasa, sehingga pintu dapat dibuka secara bersamaan saat dibutuhkan atau keadaan emergency," ujar seorang petugas teknis Trans Jakarta.

Penambahan bus gandeng ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan, agar penumpang tidak perlu menunggu lama terhadap kedatangan bus di halte. Keberadaan armada baru Trans Jakarta diharapkan menjadi awal bagi terciptanya infrastruktur transportasi yang nyaman dan aman bagi warga Jakarta. (kpl/nzr/bun)

Sumber

Artikel Popular

Diberdayakan oleh Blogger.